header-photo

We Are One Big Family (Hikayat Staples dan Sortir Negara: Part 2)

Menyukai tempat, pastilah berasalan. Barangkali pemandangannya, bentuknya, warnanya, ornamennya, atau bahkan tetumbuhannya. Namun, daya tarik yang paling kuat dari sebuah tempat adalah orangnya. Bersama siapa kita berada disana. Oleh karena nya, kita kadang rela menumpuh ribuan mil untuk menuju suatu tempat, dengan alasan: menjumpai kenangan.

Merindu penghuni PPDDP (masih dengan bapak Kiesmantoro sebagai Kepala kantor)
Sedang di sisi lain, ada pula orang - orang yang enggan beranjak dari tempatnya, bukan karena betapa mewahnya tempat dia berpijak saat ini, namun mereka enggan untuk melakukan perpisahan, dengan orang-orang yang ada di tempat yang sama. Karena, perpisahan, selalu menguras tenaga.

Dan tempat yang akan kuceritakan kemudian adalah bangunan delapan lantai, yang menampung puluhan ribu dokumen negara dan berdesakan dengan kenangan - kenangan indah kami disetiap sudutnya. Kami, 79 anak - anak muda kala itu datang dengan lugu, dengan baju hitam putih kami yang lusuh berkenalan pertama kali dengan bangunan itu beserta penghuninya. Kubus besar yang gagah menjulang itu, empat tahun kemudian tidak hanya jadi bangunan kaku, namun jadi rumah yang memberi hangat untuk kami. Kami menyebutnya, PPDDP

Bagaimana PPDDP, saya sudah ceritakan di artikel sebelumnya, kali ini saya akan bercerita tentang penghuninya. Mengapa kami sangat sayang, sangat senang dengan PPDDP. Tidak lain karena kehangatan orang-orang disana. Stay tune disini yaa :)